Guestpost: Pengalaman Pertama Family Backpacking ke Hongkong

"Esti, gimana liburan di Hongkong nya?" saya mengirimkan pesan melalui whatsapp kepada Esti. Sebelum pergi liburan, Esti kerap berdiskusi masalah itinerary, transport, hotel, dll karena ini adalah pengalaman pertamanya pergi ke Hongkong as an independent traveler.

"Sukses Tes..Alhamdulillah" jawab Esti.. Dan ia pun setuju ketika saya minta menceritakan pengalamannya liburan ke Hongkong bersama anak for the first time.

Thank you Esti for sharing! Cerita Esti ini akan memberikan gambaran kepada para pembaca yang masih ragu dan bertanya "bisa enggak ya pergi ke Hongkong tanpa tour?" Esti dan keluara bisa looh:D


A Guestpost by @mustikaesti

Akhirnya hari yang ditunggu datang juga: saatnya liburan ke Hongkong! Perasaan hati seneng banget bercampur was was karena ini merupakan pengalaman pertama kami liburan sekeluarga ke luar negeri. Terutama untuk anak-anak, ini pengalaman pertama mereka melewati imigrasi negara lain. Berbekal doa dan itinerary yang sudah didiskusikan dengan tesya, panduan transportasi di Hongkong dari tesyasblog (semua saya print hehehe biar merasa aman), kami pun berangkat ke Hongkong.


5 Tips Camping di Green Coral Tanjung Lesung

Mencoba Camping, Hotel atau Villa di Tanjung Lesung?

"Tuing.." tiba-tiba suara notifikasi whatsapp terdengar dari smartphone saya. Saya membukanya dan melihat gambar tenda berwarna hijau yang dilengkapi matras. Di bawahnya ada message dari Rene, "Kita camping yuk di Tanjung Lesung"

Rene adalah pecinta alam, beberapa kali ia naik gunung mengikuti pendakian umum. Sedangkan saya, pengalaman camping yang saya ingat waktu SD adalah di lapangan samping rumah di Bandung. Itu pun jam 11 malam saya masuk rumah karena kedinginan, lalu tidur di kamar. Setelah itu, di SMA saya pernah camping di Ranca Upas, karena terpaksa sebagai pelatihan mengikuti OSIS.

Jadi saya hanya menjawab ajakan camping di Green Coral Tanjung Lesung, dengan emoticon nyengir kuda:p

Rene lalu mengundang saya bergabung dalam group whatsapp, ia mengajak keluarga @diniros yang sudah bersama kami liburan ke New Zealand dan keluarga @zaratulkhairi yang bersama kami liburan ke Tasmania untuk camping di Green Coral. Di group whatsapp tersebut, semua orang tampak bersemangat, kecuali saya yang masih ragu.

Seperti biasa, saya diberi tugas menghubungi pihak hotel untuk menanyakan masalah availability dan harga. Oleh Pak Adi, Marketing Tanjung Lesung, kami diberi tiga opsi: menginap di hotel, villa atau camping. Diskusi terus mengalir semakin seru di group whatsapp kami, apakah akan dua malam camping, atau satu malam camping dan satu malam di villa tiga kamar.

"Gimana kalau saya mau pipis malam-malam?" tanya saya via whatsapp. Dua ibu yang lain menjawab, "Nanti kita anterin deh." Saya masih juga ragu, "Gimana kalau kepanasan di tenda?" Rene mencoba menenangkan, "Kan, ada kipas angin di tendanya." Saya masih ragu, "Gimana kalau saya mati gaya?" Rene jawab, "Kamu bawa laptop aja" Ya baiklah, saya pun mengalah dan memutuskan mengambil paket dua malam di tenda. Everybody was happy, kecuali saya yang tetap ragu:p

Kami membayar DP 50% pada saat booking, Rp 1.200.000 untuk keluarga kami (berempat) menginap satu malam, termasuk tenda yang dilengkapi kipas angin dan colokan listrik, tiga matras, dan makan tiga kali sehari ditambah sekali snack. Biaya malam kedua kami bayar di lokasi. Kiddos#2 tidak perlu membayar, menurut pihak Marketing Hotel, anak sampai dengan umur 4 tahun gratis. By the way, di kontrak tertulis DP tidak bisa dikembalikan. Haduh.

Keraguan saya sirna ketika melihat betapa happy kiddos melihat 
tenda pertama mereka :)

Mencari Tempat Menginap Dengan Anak di Hongkong


Saya masih ingat kebingungan yang saya rasakan ketika planning liburan dengan kiddos ke Hongkong. Yang membuat galau adalah bukan pembuatan itinerary ataupun masalah transport, namun memilih dimana kami akan menginap. Walaupun merupakan kunjungan ketiga ke Hongkong, namun tetap saja sulit mencari penginapan yang sesuai budget. Ujung-ujungnya memang masalah budget sih ya. Andai saja budget enggak terbatas, pasti gampang cari penginapan untuk liburan bersama anak di Hongkong.

Budget yang saya patok adalah Rp 1.500.000 sudah nett. Kriteria saya: terletak di Hongkong Island, ukuran kamar yang cukup untuk kami berempat dan dekat dengan MTR station. Saya enggak minta ada kolam renang kok, enggak...:D

Seperti anda ketahui, Hongkong terbagi dalam tiga pulau: Lantau Island (airport, Disneyland), Kowloon (Ladies Market, Tsim Tsa Tsui) dan Hongkong Island (Central, Causewaybay). Saya ingin menginap di Hongkong Island karena ingin mencoba naik Ding-Ding Tram yang hanya ada di Hongkong Island.

JJ HOTEL

JJ Hotel -out of nowhere- hotel yang belum pernah saya dengar namanya, akhirnya saya pilih karena harga yang sesuai dan review yang bagus di tripadvisor. Reservasi saya lakukan lewat booking.com, dengan tipe free cancelation dan pay later option. Sehingga saya bisa nabung dulu untuk budget membayar hotel pada tahun berikutnya. Yup, saya booking JJ Hotel satu tahun dimuka, tidak lama setelah mendapatkan tiket promo Garuda Indonesia ke Hongkong. It was all about budget allocation, jadi tahun itu saya hanya mengeluarkan uang untuk tiket. Biaya untuk hari H bisa saya tabung  selama setahun.

Kiddos di JJ Hotel